Bertemu dengan karya Enrique Marty di MOT

berawal dari terpukau dengan ukuran raksasa lukisannya

5-enrique-marty-mot-jimi-multhazam

Ketika pertama kali mendarat di Jepang dalam rangka perjalanan ke Roppongi Art Night, gue langsung di bawa ke MOT. Sebuah galeri seni kontemporer. Seni rupa kontemporer itu buat gue seperti mendengarkan Radiohead. Sama-sama menyerap energy :p Ketidaktahuan gue akan MOT dan apa yang ada di sana justru menambah rasa penasaran gue. Sudah lama sekali gue gak bercengkrama dengan dunia seni rupa ini.

1-depan-mot-tokyo-jimi-multhazam

Sesampainya di MOT ada 3 project yg bisa gue selami. Marvelous Real, pameran seni rupa kontemporer dari Spanyol dan Amerika latin koleksi Musac (Museum Kontemporer Spanyol), Koleksi MOT dan Fragment pameran seni rupa kontemporer Jepang. Dua hal pertama yang merangsang keingintahuan gue :)

marvelous-real-jimi-multhazam

Nah di Marvelous Real inilah gue melihat karya Enrique Marty seorang Spanish painter, sculptor and installation artist. Yang berdomisili dan berlkarya di Salamanca, Spanyol. Karyanya sedap friend. Besaaar dan liaaarrr.

enrique-marty-jimi-multhazam

Lukisan Enrique banyak di ambil dari photo-photo keseharian yang di lukiskan dalam sisi yg lebih humoris, kadang cabul bahkan maniak.

enrique-2-marty-jimi-multhazam

Enrique akhirnya sukses masuk ke jajaran seniman favorit gue. Yoi selera geu memang gak bisa lepas dari lukisan bahkan hal-hal yg illustratif. Melihat karya Enrique seperti menikmati karya Edward Hopper, Eric Fischl, bahkan Kees Van Dongen. Makanya masuk dengan selera gue haha. Kalau ingin tau lebih jauh tentang Enrique Marty bisa lihat di sokin :D

Enrique-Marty-Ghost-Spirits-Installation-jimi-multhazam

Dari Indonesia gue menjumpai karya Enrique Marty di Jepang. Bukan hal yg aneh lagi sekarang. Salah satu cara yang bisa lo lakuin untuk terbang bersama karya lo ke luar negeri adalah dengan mensubmit karya visual lo ke goaheadpeople.com . Go Ahead Callange akan mengirim karya terbaik beserta senimannya ke Paris. Sikat friend :)

Andy Warhol 15 Minutes Eternal

Menyaksikan 400 karya Warhol di Tokyo

warhol1-mori-katalog-jimi-multhazam

Menyaksikan 400 karya Andy Warhol di perayaan 10 tahun MORI Art Museum, Tokyo adalah sebuah kesempatan langka yg gak akan gue lupakan dalam hidup gue. Dalam rangka 10 tahun MORI Art Museum mereka mereka bekerja sama dengan The Andy Warhol Museum mengadakan Andy Warhol 15 Minutes Eternal. Dan lokasi pameran ini berdekatan dengan display karya seniman-seniman Indonesia yang berpartisipasi di Roppongi Art Night. Wuww double pleasures.

warhol2-at-selebrity-brillo

Sayangnya di dalam gallery kita tidak di perkenankan untuk memotret. Jadi gue cuma bisa cerita untuk melihat karya-karya Andy Warhol kita musti rela antri dengan pengunjung lain. Belum pernah kejadian di hidup gue orang-orang dengan antusias tinggi berkerumun di depan satu artwork ke artwork lainnya. Keren!

warhol3-cambels-moonwalk-flower

Yang bisa di garis bawahi pameran ini menampilkan proses Andy Warhol dari awal. Dari drawing-drawing dia yang belum sedap di lihat. Drawing Warhol ketika menjadi illustrator Top Fashion Magazine di tahun 50an. Dan proses drawing Campbell’s Soup sampai menjadi silk screen legendaris Campbell’s Soup.

Lalu di tembok berikutnya kita bisa menyaksikan ledakan-ledakan karya grafis Warhol dalam ukuran Besar. Yoa, kita di tuntun ke dalam era 60an Andy Warhol.

warhol4-video-collaboration-factory-capsules-jimi-multhazam

Yang paling seru adalah gue bisa menyaksikan video eksperimen Warhol, yang merespon Velvet Underground ketika Jaming di Factory. Dan dibelakang video itu adalah sebuah replika studio yang bernama The Factory tersebut, lengkap dengan alumunium foil yang membungkus seluruh ruangannya. Lengkap dengan wc dan telephone umum yg berada di dalamnya. Dan pastinya Patung box Brillo yg legendaris :)

Setelah era The Factory kita di tuntun ke era Business Art. Pertengahan 70an ke 80an. Potret besar Mao Tse Tung , Jackie Mick Jagger, Michael jackson, Muhammad Ali. Dan yang mengejutkan adalah beberapa karya kolaborasi dengan Basquiatpun ada.  Gokills! bahkan di ruangan lain kita bisa menyaksikan film eksperimental besutan Warhol. Benar-benar terror visual.

Yang bikin kejutannya makin nampol adalah gue sama sekali gak tau ada pameran ini di Roppongi. Gue cuma di tugaskan Sampoerna untuk mengawal seniman-seniman Indonesia yg berpartisipasi di Roppongi Art Night. Ketika gue sampai Henry bercerita tentang pameran ini. Gue menduga hanya ada 4 atau 5 karya Warhol saja. Tapi ternyata ada 400 cing! Lengkap dengan karya photo, film, dan karya-karya yg belum pernah gue lihat sebelumnya. Dan jangan ketinggalan Time Capsule semacam kumpulan benda-benda pribadi Andy Warhol yg di display dalam sebuah ruangan.

warhol5-self-portrait-jimi-multhazam

Lawatan gue ke Roppongi Art Night, Tokyo, Jepang adalah atas prakarsa goaheadpeople.com . Buat lo yang sedang mendalami seni rupa, entah itu visual art, photography bahkan style, sebaiknya segera submit karya lo ke goaheadpeople.com . Karena ada ajang Goaheadchallange yang akan memilih karya terbaik dan akan menerbangkan pemenangnya ke Prancis. Sikat my friend! Kesempatan baik iki :D

In The Future, everyone will be world famous for 15 minutes
Andy Warhol

baca juga:
- Hari Pertama Di Jepang (Mengunjungi MOT)
- Hari ke dua di Jepang (Pembukaan Roppongi)
- Hal yg terlintas di kepala ketika menyebut Jepang

Hari Kedua di Jepang: Pembukaan Roppongi Art Night

Pembukaan Roppongi Art Night, Tokyo, didatangi ribuan penduduk yg antusias

1-asasuka-temple-1-jimi-multhazam

Tapi sebelum kami ke Roppongi art Night, siang harinya kita jadi turis dulu. Mengunjugi Kuil Asasuka. Suasana siang itu ramai. Pengunjung ramai, mungkin karena akhir pekan.

2-asasuka-ramai-jimi-multhazam

Banyak pelajar-pelajar yg datang pada siang itu…

3-asasuka-anak-sekolah-jimi-multhazam

Mungkin lagi ada tugas sekolah saat itu :)

4-asasuka-ramai-jimi-multhazam

Selain pelajar Jepang, turis mancara negara juga memadati Kuli Asasuka

5-asasuka-topeng-jimi-multhazam

Melipir ke sisi kuil banyak kita temui penjaja suvenir yg tertata rapi. Dan dari situ gue menemukan topeng tradisionil Jepang. K=Bisa kita lihat kenapa mereka sangat maju di animasinya. Karakter trasionalnya saja sudah kartunal :)

6-melarikan-diri-dari-asasuka-jimi-multhazam

Akhirnya kita melarikan diri dari keramaian kuil Asasuka siang itu. Jalan jalan seikitt menikmati kota Jepang. Kota yang memiliki kesadaran grafis tinggi

mori-art-musium-jimi-multhazam

Lalu di siang hari kita sampai di MORI Art Museum. Nanti di lantai 52 karya seniman-seniman Indonesia di display meramaikan Roppongi Art Night. Dan di sebelahnya ada pameran Retrospeksi karya-karya Andi Warhol!! Waaaah.. gue akan menulis khusus tentang ini :)

8-jepang-view-mori-jimi-multhazam

Sampai di lantai 52 seperti inilah viewnya

9-Katsuhiko-bersabda-jimi-multhazam

tepat jam 4 kita turun ke bawah. Roppongi Art Night resmi di buka oleh Kuratornya Katsuhik0 Hibino. Lalu Katsuhiko turun dari podium, berkumandanglah intro lagu dari David Bowie. Let’s dance dan penari-penari SMA pun ganti meramaikan podium.

10-kontemporer-dance-jimi-multhazam

Mereka melakukan komposisi tari yang sangat “Jepang” sekali :)

Seusai meriahnya pesta pembukaan, gak sabar gue berlari ke lantai 52 MORI Art Museum. Ingin melihat karya kawan-kawan gue yg mewakili Indonesia..

12-Kemal-Gibran-jimi-multhazam

Kemal Gibran menampilkan 3 seri karyanya yg merespon hobby bersepedanya

13-saleh-husein-roppongi-jimi-multhazam

Saleh Husein mendisplay karyanya yg berjudul Human Instrumen yg di bagi menjadi 3 bagian. Yang pertama menampilkan video dari drawing-drawingnya

14-saleh-husein-roppongi-jimi-multhazam

Dan di panel ini menampilkan simbol-simbol kendaraan bermotor dari negara- negara produsen yang di konsumsi oleh orang Indonesia.

15-saleh-husein-roppongi-jimi-multhazam

Lalu selama pameran berlangsung Saleh Husein live drawing figure-figure pengendara bermotor. yang mananantinyafigure-figure tersebut membentuk grafik kenaikan jumlah pemakai kendaraan bermotor Indonesia.

bondi-roppongi-jimi-multhazam

Bondi menampilkan karyanya dengan print besar uang Indonesia ke atas panel baja yang di bentuk seperti “leceknya” alat tukar Indonesia tersebut.

17-henry-roppongi-jimi-multhazam

Henry Foundation memberi judul karyanya Originality Is Nonexistence

18-henry-foundation-roppongi-jimi-multhazam

Lain Saleh lain pula Henri. Dia membuat karyanya dengan konsep interaktif. Pengunjung Roppongi Art Night diajak berpartisipasi menyelesaikan karyanya.

19-henry-roppongi-jimi-multhazam

Dari scene Tokyo Love Story…

20-henry-roppongi-jimi-multhazam

Hingga ekspresi antusias khas wanita Jepang

21-henry-roppongi-jimi-multhazam

Bahkan pengunjung manca negarapun tertarik merespon karya Henry Foundation.

22-henry-roppongi-jimi-multhazam

Duta kesenian Indonesia sukses membuat kehebohan di Roppongi Art Night. Dan gue bangga berada di sana menyaksikan semua ini dari dekat :)

tokyo view

Yang membuat malam ini semakin lengkap adalah karya-karya seniman Indonesia di display berdekatan dengan view kota Tokyo pada malam hari. Amboii…

Kalo lo ingin memimpikan pengalaman Internasional seperti Henry Foundation, Saleh Husein, Bondi Goodboy dan Gibranos segera submit karya lo ke goaheadpeople.com 

Bisa jadi cerita berikutnya adalah pameran elo di Paris :)

Hari Pertama Di Jepang ( Mengunjungi MOT)

Sampai di Jepang adalah #GoAheadMoment bagi gue :)

1-depan-mot-tokyo-jimi-multhazam

18 April jam 9 gue sampe di Jepang. Akhirnya!! Kedatangan gue kali ini di utus goaheadpeople.com untuk mengawal  4 seniman muda yg berpartisipasi dalam Roppongi Art Night tanggal 19-20 April di Roppongi-Tokyo. Ke 4 seniman muda kontemporer ugal-ugalan tersebut adalah Henry Foundation, Saleh Husein, Kemal Gibranos, dan Mateus Bondan aka Bondigoodboy.

Sesampainya di bandara Narita gue langsung dibawa oleh tour guide ke MOT ( Museum Of contemporary Art Tokyo). Saat itu ada dua pameran yang berlangsung. Dan ada pula koleksi MOT yang berisi seniman-seniman besar Jepang dan Internasional. Dan yang paling menabjubkan gue bisa melihat dari jarak dekat karya Roy Lichtenstein dan Robert Rauschenberg. Ini Gilaaa… pengalaman extra #GoAheadMomment!

5-enrique-marty-mot-jimi-multhazam

 

Tapi dari 2 proyek pameran yg sedang berlangsung di MOT , karya Enrique Marty yang paling menyita perhatian gue. Entahlah selera gue gak terlalu berjodoh dengan kontemporer art kecuali yg masih berbau painting :)

6-sensasi-nyebrang-tokyo-jimi-multhazam

Setelah puas ngider- ngider di MOT kita akhirnya ke pusat Tokyo dan merasakan sensasi menyeberang di lampu merah sana.dan menikmati serbuan payung-payung transparan.

7-4-seniman-roppongi-jimi-multhazam

Inilah ke empat wajah duta seni rupa Indonesia di Roppongi Art Festival. Dari kiri Gibranos, Saleh Husein, Bondi Goodboy, dan Henry Foundation. Kalo elo mau punya kesempatan seperti mereka tinggal submit karya lo ke goaheadpeople.com di penghujung nanti akan ada yg di kirim ke Paris. Siapa tau elo orangnya friend :)

8-dengerin-batman-kontemporer-jimi-multhazam

Setelah agak kedinginan keliling Tokyo kita pun mampir sebentar buat makan malam. Dan gue dengan cermat mendengarkan Henry Foundation bercerita tentang seni rupa kontemporer dan negara-negara yang pernah dia datangi. Eh tapi latar belakang dia di sebelah kiri menarik juga tuh hehe coba kita lokit..

9-blur-mot-jimi-multhazam

Yah blur lagi, coba gue focusin sedikit lagi…

10-focus-mot-jimi-multhazam

Alamak seperti inilah mahasiswi Kampus kesenian di Jepang… Amboiiii…. :p

 

Press Release: Beni Resmi Mundur Dari The Upstairs

Beni Resmi Mundur dari The Upstairs

beni_adhiantoro_jimijimz

Pentas di Acreate De Larosa 9 Maret silam, merupakan salah satu pentas terbaik The Upstairs di tahun 2014. Banyaknya fans yg hadir memadati venue hingga banyak antrian di luar yg tidak mendapatkan kesempatan masuk bisa menjadi salah satu parameter kesuksesan malam itu. Selain susunan lagu dari album lama hingga Katalika yang juga pas di suguhkan. Suasana crowd juga merespon dengan seru permainan kami.

Tapi suasana malam itu juga merupakan hal yang keren bagi Beni untuk mengakhiri perjalanannya bersama The Upstairs. Benar, seturunnya dari pentas Beni Adhiantoro menyatakan resmi mundur dari The Upstairs. Beni berkomentar singkat:

“Keputusan saya mundur dari The Upstairs karena ingin fokus menjalani bisnis keluarga di bidang furniture dan mengurangi kegiatan bermusik”

Tentang keputusan Beni ini Jimi Multhazam berkomentar:
“Gue pribadi tidak terkejut dengan keputusan Beni. Gelagat ini sudah mulai terbaca oleh gue beberapa bulan terakhir Beni mendalami “Agama”. Beni tetap gue kenang sebagai drummer hebat yang bisa bermain keras tapi juga memiliki groove yg asik. Dia juga seorang producer berbakat. Tetapi keputusan meninggalkan semua ini tetap ada di tangan dia. Sebahai kawan gue menghargai keputusannya. Dan gue doakan yg terbaik selalu untuk Beni”

Andre “Kubil” Idris berkomentar singkat:
“Beni adalah seorang yang perfeksionis, rapih dalam bermusikdan segala hal dalam hidupnya”

Saat ini The Upstairs sedang mempersiapkan album ke lima dan Andre “Kubil” Idris yg mendapatkan tongkat estafet untuk memproduseri album ini. Format baru sedang di persiapkan. Yang pasti album kelima akan banyak nuansa yg lebih”planet” di banding album Katalika. Dan untuk tampil di pentas The Upstairs telah memilih beberapa additional player yang paling mumpuni.

Hal yang terlintas di kepala ketika menyebut Jepang!

Hal pertama yang gue ingat kalau menyebut kata Jepang adalah:

ropongi-akira-takasaki-jimi-multhazam

Akira Takasaki, gitaris Heavy Metal Jepang tahun 80an. Jangan berfikir tentang J-Rock, band doi, Loudness mengusung Heavy Metal dan cadas pada zamannya.
Hal kedua yang gue ingat kalau menyebut kata Jepang adalah:

Voltes_V_ropongi_jimi_multhazam

Voltes V yg entah kenapa kalo di video lokal namanya jadi Voltus :D
Hal ketiga yang gue ingat kalau menyebut kata Jepang adalah:

godzilla_ropongi_jimi_multhazam

Godzila 60an, entah kenapa figure ini lebih keren dari buatan Amerika tahun berapa pun. Please Hollywood menyerahlah untuk mencoba menyaingi kerennya Godzilla Jepang. Usahamu sia-sia sampai kapanpun!!
Hal keempat yg gue ingat kalau menyebut kata Jepang:

Hachiko_ropongi_jimi_multhazam

Hachiko, kisah kerinduan seekor anjing akan hadirnya sang majikan di stasiun kereta. Kisah yg sukses di filmkan dan membuat gue banjir tangis melunturkan gengsi gue yang setinggi langit.
Hal kelima yang gue ingat kalu menyebut kata Jepang

miyabi_ropongi_jimi_multhazam

Maria Ozawa, setelah gue menonton video berdurasi pendek debutya, gue merenung. Sebenarnya cewek secantik dia bisa melakukan lebih banyak hal daripada video-video pendek tersebut. Tapi…Ah sudah lah..

Yang pasti mulai tahun ini hal pertama yang akan gue ingat kalo menyebut kata Jepang adalah

ropongi_poster_jimi_multhazam

ropongi artnight2014_01

ROPPONGI!

Yoi Roppongi my friend, sebuah tempat di kota Tokyo. Dan tahun ini adalah Roppongi Art Festival yang ketiga. Keren banget tuh. Jadi selama 32 jam galeri dan museum yg berada di Ropongi tetap buka sejak pagi tanggal 19 -20 April malam. Gue membayangkan bisa menyaksikan matahari terbit dan menikmati morning view magis Tokyo di antara karya-karya kontemporer, instalasi dan performance art. Aiiih keren ☺ Tahun ini Katsuhiko Hibino yg jadi kuratornya

Katsuhiko-Hibino-ropongi-jimi-multhazam

Tema Ropongi Art festival tahun ini diselaraskan dengan diumumkannya Jepang menjadi tuan rumah Olimpiade: “Move your body’ which associates with the cognitive body of art”. Ternyata yang terlibat dalam Ropongi Art Festival bukan hanya seniman-seniman kontemporer Jepang. Indonesia juga mengirimkan seniman-seniman nyentriknya. Go Ahead Challenge mensponsori Henry Irawan (Batman-nya Goodnight Electric), Saleh Husein (Ale-nya WSATCC), Bondan (Goodnight Electric juga), dan Gibranos untuk terbang ke Ropongi memboyong karya mereka. Sadiiiis. Gue selalu bangga menjadi kawan mereka ☺

Minggu lalu mereka cerita ke gue, dengan tampang girangnya pas tau bakal dikirim ke Jepang. Gimana engga, mereka bakal terlibat dalam eksibisi itu, barengan sama seniman-seniman dari seluruh penjuru dunia. Wan Ale aka Saleh WSATCC bakal bikin human instrument tentang erupsi Gunung Tambora di tahun 1815. Batman mau bikin kolase kain warna-warni. Gibranos bikin hologram print art, dan Bondan bikin instalasi uang rupiah yang dicetak di seng. Semuanya bakal dibawa ke Jepang tanggal 17 April besok (dan gue ikutan jadi supporter haha ).

Ibaratnya, ini bakal jadi pengalaman internasional yang ngga bakal mereka lupain (dan gue juga dong). Pengalaman ini dikasi sama Go Ahead Challenge buat pelaku-pelaku seni kayak mereka, sebagai bentuk apresiasi terhadap insan kreatif. Go Ahead Challenge sendiri merupakan kompetisi yang diadain di GoAheadPeople.com, di mana setiap orang bisa submit karya seni mereka… dan berkesempatan untuk dapet pengalaman internasional serupa kayak keempat kawan gue ini. Tapi bukan ke Jepang. Hadiah Go Ahead Challenge akhir tahun ini lebih dahsyat, my friend!! Paris!!! Kalo mau lihat tulisan gue soal Go Ahead Challenge, buka aja link ini.

Lirik Indonesia Keren: Symphony / Lensa Kamar Putih

Gadis yg bercumbu dengan butiran tablet berwarna

symphony_metal

Di ambil dari album ke dua Symphony berjudul Metal tahun 1983. Ketika lagu ini sedang hits gue baru kelas 3 SD. Masih gemar main tokadal, dampu dan permainan kampung lainnya. Tapi abang tertua gue sering memutar lagu ini di rumah. Pelan-pelan terekam di benak gue. Ketika dewasa akhirnya gue mencari lagi lagu ini. Dan ketika gue dengar ulang…waaaah liriknya keren luar biasa. Sebuah lagu yg bercerita tentang gadis “pecandu”.Simak dulu aja lagunya friend. Ayolah di klik –>

Lensa Kamar Putih

Tempatkan dirimu dan diriku dalam satu cita
Dialog sederhana dan mudah saja, tegas tapi nyata
Adakah kau ragu selama ini atau tak kuasa
Rangkulan butiran tablet berwarna membuat mu lupa

Kau bawa diri dalam khayal lensa kamar putih
Pengisi sepi akrab selama ini
Berjalan kaku tak sanggup berlagu
Berjuta harta terkubur dibawah sadar mu

Wajahmu tak lagi cerah ayu, berganti sendu
Tubuh yang menuntut tak kompromi tak mau tahu
Kau jual diri sebagai pengganti jenuh dan frustrasi
Membiarkan racun datang mengabdi untuk meronta

Terlentang tak sadar di dalam lensa kamar putih
Mencari mimpi yang tiada berarti
Tenggelam kenyataan hidup ini dalam semu
Mencoba lupakan yang lalu

Kau bawa diri dalam khayal lensa kamar putih
Pengisi sepi akrab selama ini
Berjalan kaku tak sanggup berlagu
Berjuta harta terkubur dibawah sadar mu

Terlentang tak sadar di dalam lensa kamar putih
Mencari mimpi yang tiada berarti
Tenggelam kenyataan hidup ini dalam semu
Mencoba lupakan yang lalu

Symphony adalah
Fariz RM, Ekki Soekarno, Jimmy Paais, Herman “Gelly” Effendi, Tony Wenas
Lihat video penampilan Symphony di Aneka Ria Safari, video yg di upload dengan nama account youtube Proclaro Jaya. Terimakasih atas videonya friend :)


Baca juga Lirik Indonesia Keren: Deddy Stanzah / Paradox