Hari Pertama Di Jepang ( Roppongi Art Night)

Sampai di Jepang adalah #GoAheadMoment bagi gue :)

1-depan-mot-tokyo-jimi-multhazam

18 April jam 9 gue sampe di Jepang. Akhirnya!! Kedatangan gue kali ini di utus goaheadpeople.com untuk mengawal  4 seniman muda yg berpartisipasi dalam Roppongi Art Night tanggal 19-20 April di Roppongi-Tokyo. Ke 4 seniman muda kontemporer ugal-ugalan tersebut adalah Henry Foundation, Saleh Husein, Kemal Gibranos, dan Mateus Bondan aka Bondigoodboy.

Sesampainya di bandara Narita gue langsung dibawa oleh tour guide ke MOT ( Museum Of contemporary Art Tokyo). Saat itu ada dua pameran yang berlangsung. Dan ada pula koleksi MOT yang berisi seniman-seniman besar Jepang dan Internasional. Dan yang paling menabjubkan gue bisa melihat dari jarak dekat karya Roy Lichtenstein dan Robert Rauschenberg. Ini Gilaaa… pengalaman extra #GoAheadMomment!

5-enrique-marty-mot-jimi-multhazam

 

Tapi dari 2 proyek pameran yg sedang berlangsung di MOT , karya Enrique Marty yang paling menyita perhatian gue. Entahlah selera gue gak terlalu berjodoh dengan kontemporer art kecuali yg masih berbau painting :)

6-sensasi-nyebrang-tokyo-jimi-multhazam

Setelah puas ngider- ngider di MOT kita akhirnya ke pusat Tokyo dan merasakan sensasi menyeberang di lampu merah sana.dan menikmati serbuan payung-payung transparan.

7-4-seniman-roppongi-jimi-multhazam

Inilah ke empat wajah duta seni rupa Indonesia di Roppongi Art Festival. Dari kiri Gibranos, Saleh Husein, Bondi Goodboy, dan Henry Foundation. Kalo elo mau punya kesempatan seperti mereka tinggal submit karya lo ke goaheadpeople.com di penghujung nanti akan ada yg di kirim ke Paris. Siapa tau elo orangnya friend :)

8-dengerin-batman-kontemporer-jimi-multhazam

Setelah agak kedinginan keliling Tokyo kita pun mampir sebentar buat makan malam. Dan gue dengan cermat mendengarkan Henry Foundation bercerita tentang seni rupa kontemporer dan negara-negara yang pernah dia datangi. Eh tapi latar belakang dia di sebelah kiri menarik juga tuh hehe coba kita lokit..

9-blur-mot-jimi-multhazam

Yah blur lagi, coba gue focusin sedikit lagi…

10-focus-mot-jimi-multhazam

Alamak seperti inilah mahasiswi Kampus kesenian di Jepang… Amboiiii…. :p

 

Press Release: Beni Resmi Mundur Dari The Upstairs

Beni Resmi Mundur dari The Upstairs

beni_adhiantoro_jimijimz

Pentas di Acreate De Larosa 9 Maret silam, merupakan salah satu pentas terbaik The Upstairs di tahun 2014. Banyaknya fans yg hadir memadati venue hingga banyak antrian di luar yg tidak mendapatkan kesempatan masuk bisa menjadi salah satu parameter kesuksesan malam itu. Selain susunan lagu dari album lama hingga Katalika yang juga pas di suguhkan. Suasana crowd juga merespon dengan seru permainan kami.

Tapi suasana malam itu juga merupakan hal yang keren bagi Beni untuk mengakhiri perjalanannya bersama The Upstairs. Benar, seturunnya dari pentas Beni Adhiantoro menyatakan resmi mundur dari The Upstairs. Beni berkomentar singkat:

“Keputusan saya mundur dari The Upstairs karena ingin fokus menjalani bisnis keluarga di bidang furniture dan mengurangi kegiatan bermusik”

Tentang keputusan Beni ini Jimi Multhazam berkomentar:
“Gue pribadi tidak terkejut dengan keputusan Beni. Gelagat ini sudah mulai terbaca oleh gue beberapa bulan terakhir Beni mendalami “Agama”. Beni tetap gue kenang sebagai drummer hebat yang bisa bermain keras tapi juga memiliki groove yg asik. Dia juga seorang producer berbakat. Tetapi keputusan meninggalkan semua ini tetap ada di tangan dia. Sebahai kawan gue menghargai keputusannya. Dan gue doakan yg terbaik selalu untuk Beni”

Andre “Kubil” Idris berkomentar singkat:
“Beni adalah seorang yang perfeksionis, rapih dalam bermusikdan segala hal dalam hidupnya”

Saat ini The Upstairs sedang mempersiapkan album ke lima dan Andre “Kubil” Idris yg mendapatkan tongkat estafet untuk memproduseri album ini. Format baru sedang di persiapkan. Yang pasti album kelima akan banyak nuansa yg lebih”planet” di banding album Katalika. Dan untuk tampil di pentas The Upstairs telah memilih beberapa additional player yang paling mumpuni.

Hal yang terlintas di kepala ketika menyebut Jepang!

Hal pertama yang gue ingat kalau menyebut kata Jepang adalah:

ropongi-akira-takasaki-jimi-multhazam

Akira Takasaki, gitaris Heavy Metal Jepang tahun 80an. Jangan berfikir tentang J-Rock, band doi, Loudness mengusung Heavy Metal dan cadas pada zamannya.
Hal kedua yang gue ingat kalau menyebut kata Jepang adalah:

Voltes_V_ropongi_jimi_multhazam

Voltes V yg entah kenapa kalo di video lokal namanya jadi Voltus :D
Hal ketiga yang gue ingat kalau menyebut kata Jepang adalah:

godzilla_ropongi_jimi_multhazam

Godzila 60an, entah kenapa figure ini lebih keren dari buatan Amerika tahun berapa pun. Please Hollywood menyerahlah untuk mencoba menyaingi kerennya Godzilla Jepang. Usahamu sia-sia sampai kapanpun!!
Hal keempat yg gue ingat kalau menyebut kata Jepang:

Hachiko_ropongi_jimi_multhazam

Hachiko, kisah kerinduan seekor anjing akan hadirnya sang majikan di stasiun kereta. Kisah yg sukses di filmkan dan membuat gue banjir tangis melunturkan gengsi gue yang setinggi langit.
Hal kelima yang gue ingat kalu menyebut kata Jepang

miyabi_ropongi_jimi_multhazam

Maria Ozawa, setelah gue menonton video berdurasi pendek debutya, gue merenung. Sebenarnya cewek secantik dia bisa melakukan lebih banyak hal daripada video-video pendek tersebut. Tapi…Ah sudah lah..

Yang pasti mulai tahun ini hal pertama yang akan gue ingat kalo menyebut kata Jepang adalah

ropongi_poster_jimi_multhazam

ropongi artnight2014_01

ROPPONGI!

Yoi Roppongi my friend, sebuah tempat di kota Tokyo. Dan tahun ini adalah Roppongi Art Festival yang ketiga. Keren banget tuh. Jadi selama 32 jam galeri dan museum yg berada di Ropongi tetap buka sejak pagi tanggal 19 -20 April malam. Gue membayangkan bisa menyaksikan matahari terbit dan menikmati morning view magis Tokyo di antara karya-karya kontemporer, instalasi dan performance art. Aiiih keren ☺ Tahun ini Katsuhiko Hibino yg jadi kuratornya

Katsuhiko-Hibino-ropongi-jimi-multhazam

Tema Ropongi Art festival tahun ini diselaraskan dengan diumumkannya Jepang menjadi tuan rumah Olimpiade: “Move your body’ which associates with the cognitive body of art”. Ternyata yang terlibat dalam Ropongi Art Festival bukan hanya seniman-seniman kontemporer Jepang. Indonesia juga mengirimkan seniman-seniman nyentriknya. Go Ahead Challenge mensponsori Henry Irawan (Batman-nya Goodnight Electric), Saleh Husein (Ale-nya WSATCC), Bondan (Goodnight Electric juga), dan Gibranos untuk terbang ke Ropongi memboyong karya mereka. Sadiiiis. Gue selalu bangga menjadi kawan mereka ☺

Minggu lalu mereka cerita ke gue, dengan tampang girangnya pas tau bakal dikirim ke Jepang. Gimana engga, mereka bakal terlibat dalam eksibisi itu, barengan sama seniman-seniman dari seluruh penjuru dunia. Wan Ale aka Saleh WSATCC bakal bikin human instrument tentang erupsi Gunung Tambora di tahun 1815. Batman mau bikin kolase kain warna-warni. Gibranos bikin hologram print art, dan Bondan bikin instalasi uang rupiah yang dicetak di seng. Semuanya bakal dibawa ke Jepang tanggal 17 April besok (dan gue ikutan jadi supporter haha ).

Ibaratnya, ini bakal jadi pengalaman internasional yang ngga bakal mereka lupain (dan gue juga dong). Pengalaman ini dikasi sama Go Ahead Challenge buat pelaku-pelaku seni kayak mereka, sebagai bentuk apresiasi terhadap insan kreatif. Go Ahead Challenge sendiri merupakan kompetisi yang diadain di GoAheadPeople.com, di mana setiap orang bisa submit karya seni mereka… dan berkesempatan untuk dapet pengalaman internasional serupa kayak keempat kawan gue ini. Tapi bukan ke Jepang. Hadiah Go Ahead Challenge akhir tahun ini lebih dahsyat, my friend!! Paris!!! Kalo mau lihat tulisan gue soal Go Ahead Challenge, buka aja link ini.

Lirik Indonesia Keren: Symphony / Lensa Kamar Putih

Gadis yg bercumbu dengan butiran tablet berwarna

symphony_metal

Di ambil dari album ke dua Symphony berjudul Metal tahun 1983. Ketika lagu ini sedang hits gue baru kelas 3 SD. Masih gemar main tokadal, dampu dan permainan kampung lainnya. Tapi abang tertua gue sering memutar lagu ini di rumah. Pelan-pelan terekam di benak gue. Ketika dewasa akhirnya gue mencari lagi lagu ini. Dan ketika gue dengar ulang…waaaah liriknya keren luar biasa. Sebuah lagu yg bercerita tentang gadis “pecandu”.Simak dulu aja lagunya friend. Ayolah di klik –>

Lensa Kamar Putih

Tempatkan dirimu dan diriku dalam satu cita
Dialog sederhana dan mudah saja, tegas tapi nyata
Adakah kau ragu selama ini atau tak kuasa
Rangkulan butiran tablet berwarna membuat mu lupa

Kau bawa diri dalam khayal lensa kamar putih
Pengisi sepi akrab selama ini
Berjalan kaku tak sanggup berlagu
Berjuta harta terkubur dibawah sadar mu

Wajahmu tak lagi cerah ayu, berganti sendu
Tubuh yang menuntut tak kompromi tak mau tahu
Kau jual diri sebagai pengganti jenuh dan frustrasi
Membiarkan racun datang mengabdi untuk meronta

Terlentang tak sadar di dalam lensa kamar putih
Mencari mimpi yang tiada berarti
Tenggelam kenyataan hidup ini dalam semu
Mencoba lupakan yang lalu

Kau bawa diri dalam khayal lensa kamar putih
Pengisi sepi akrab selama ini
Berjalan kaku tak sanggup berlagu
Berjuta harta terkubur dibawah sadar mu

Terlentang tak sadar di dalam lensa kamar putih
Mencari mimpi yang tiada berarti
Tenggelam kenyataan hidup ini dalam semu
Mencoba lupakan yang lalu

Symphony adalah
Fariz RM, Ekki Soekarno, Jimmy Paais, Herman “Gelly” Effendi, Tony Wenas
Lihat video penampilan Symphony di Aneka Ria Safari, video yg di upload dengan nama account youtube Proclaro Jaya. Terimakasih atas videonya friend :)


Baca juga Lirik Indonesia Keren: Deddy Stanzah / Paradox

DEDDY STANZAH / PARADOX sebuah cerita singkat

Saat ini gue mencoba memutar kembali fikiran gue ke tahun 2001 silam. Pertama kali gue tau album Paradox dari sebuah poster di jalanan. Gue sedang naik mikrolet M 01 (Kp Melayu Senen) duduk di depan. Di dekat Bearland (Matraman) gue melihat sebuah poster yg cathy. Bentuknya masih jelas di kepala gue, seperti ini:

Deddy Stanzah - The Last Album Paradox 1

Wow, Deddy Stanzah! Saat itu gue belum begitu ngeh tentang lagu-lagu beliau. Tapi image dia sebagai rocker bengal sudah terpatri sejak gue melihat pin up doi di majalah remaja ketika gue SD.

AKhirnya hari itu juga gue memutuskan untuk mencari kaset Deddy Stanzah / Paradox di Gunung Agung Kwitang. tahun 2001 masih ada toko kaset di sana. kalo gak salah di lantai 3. Toko kasetnya menempel dengan bagian Agama Islam, Masagung. Tidak sulit untuk mencari album Paradox di rak Indonesia. Karena covernya lumayan catchy di banding rilisan pop lokal saat itu.

Singkat kata gue sudah di depan kasir, dan bersiap membayar. Seperti biasa pramuniaga dengan ramah menawarkan untuk memutarkan dulu kasetnya.
Pramuniaga: “mau di putarkan dulu kasetnya mas?’
Gue : “Oh boleh mba” :)
Pramuniaga membuka bungkus kaset dan memutar di tape deck. Soundnya cukup besar dan menembus counter agama lantai 3 di Gunung Agung. Intro lagu Paradox terdengar. Gue mendengarkan sambil merogoh dompet di kantong kiri celana jeans dekil gue. Asik juga intronya. Klasik :)
Tiba-tiba masuk ke lirik pertama. Terdengarlah dengan jelas suara Deddy Stanzah…..
Deddy Stanzah: “Aku suka mabuk-mabukan…. jtrek kaset di matikan dengan keras oleh pramuniaga!
Pramuniaga : (dengan wajah anik) “Mas ini lagu apa sih?”
Gue : “loh mana saya tau mba, saya kan baru aja beli”
Gue menjawab dengan wajah mesem-mesem geli tapi berusaha tetap sopan.
Nampak si pramuniaga buru-buru membungkus kaset gue. Mukanya tampak merasa takut melakukan kesalahan :)

Setelah membeli kaset ini, gue langsung memutar di studio kriya kayu di kampus. Serta merta kawan-kawan tergelak mendengar intronya. Dan gilanya saat itu juga kaset muter ke kawan-kawan dan hilang entah kemana.
Beberapa hari kemudian gue gterpaksa membeli lagi kaset Paradox tanpa harus mencobanya. Gara-gara album ini gue jadi menelusuri karya-karya dimana Deddy Stanzah terlibat. Bukan hal mudah, lo tau sendiri pendokumentasian musik kita seperti apa. Tulisan gue ini juga sebagai “pengingat” pada generasi berikutnya. Kalo dulu ada rocker bengal bernama Deddy Stanzah yg juga merupakan seorang penulis lirik brilian dan punya album keren berjudul Paradox.

Baca Juga:

Lirik Indonesia KEREN: DEDDY STANZAH / PARADOX

Lirik Indonesia Keren: DEDDY STANZAH / PARADOX

PARADOX adalah peninggalan terakhir Deddy Stanzah sebelum meninggalkan kita semua. Dirilis oleh DCU records tahun 2001. Deddy Stanzah adalah salah satu dari deretan list lirikus genius di Indonesia dan menurut gue lagu yang berjudul Paradox adalah lagu Deddy yg paling explicit dan mencerminkan kehidupannya. Walau beberapa musik Deddy Stanzah gak bisa mengejar kedahsyatan liriknya, Paradox merupakan komposisi yg pas. Lagu asoy, musiknya enak, liriknya keren Simak saja friend:




Paradox

Aku suka mabuk mabukan
Otakku sering keracunan
Badanku sering gemetaran
Permisi ikut ke belakang

Bila mataku bagai mata elang
Rambutku bagai jilatan api
Kulitku menembus pandang
Takutpun jadi permainan

Benci orang sok bersih
Benci orang sok kaya
Benci orang sok bener
Benci orang sok keren

Siang aku jadi mentari
Malam aku jadi rembulan
Aku sahabat kematian
Selamat jalan kawan-kawan

Laguku tak mau ketenaran
Bajuku tak mau kebagusan
Kawanku tak mau kebanyakan
Permisi aku ikut ke belakang

Benci orang sok tau
Benci orang sok seneng
Benci orang sok miskin
Benci orang sok tau
Benci orang sok bersih
Benci orang sok kaya
Benci orang sok bener
Benci orang sok keren

dedi oh dedi

In Memoriam Deddy Stanzah (14 April 1949-22 Jan 2001)

Baca juga cerita gue ketika mendapatkan album ini:
DEDDY STANZAH / PARADOX sebuah cerita singkat

Acreate 2014 dalam gambar

Biarkan Gambar ini yg bercerita, gak perlu banyak kata-kata. Enjoy!

a-create-the-upstairs-jimijimz

pandu-fuzztoni-acreate-soundcheck-jimi-multhazam

spg-a-create-jimi-multhazam

white-shoes-backstage-acrerate-jimi-multhazam

acreate-selfie-collage-jimi-multhazam

acreate-selfie-collage-jimi-multhazam-2

the-upstairs-backstage-acreate-jimi-multhazam

white-shoes-onstage-acreate-jimi-multhazam

bikinies-backstage-acreate-jimi-multhazam

bikinies-acreate-popomangun-jimi-multhazam

acreate-jimi-multhazam

the-upstairs-acreate-dhani-pratama-jimi-multhazam-1

the-upstairs-acreate-dhani-pratama-jimi-multhazam-2

acreate-sari-pandu-jimi-multhazam

photo by: Jimi Multhazam, Popomangun, Dhani Pratama