Jimi Berkata: bersepeda melintasi mural

Pagi tadi kembali gue bersepeda melintasi BSD. Sepertinya gak akan pernah selesai eksporasi kawasan ini. Yang serunya gue bersepeda bersama keponakan gue, Khansa Nayotama, yang total anak Tanxel (besar di Tangerang Selatan). Dia mengarahan gue memotong jalan jalan ke perumahan Nusa Loka. Awalnya gue keberatan. Karena bersepeda di BSD yang menarik adalah jalanan utamanya. Itulah sensasi melibas roadbike. Jalan utama. Mainstream! hehehe

Tapi ketika kami melintasi kolong jembatan Tol di jalan Ambon akhirnya gue menyetujui keputusan ini. Waaah mural ukuran besar di lokasi yang tepat memang tak pernah mengecewakan! Walaupun bukan mural dengan teknis melukis tingkat tinggi. Tapi komposisi warna dan gambarnya sangat pas. Sukses membuat kolong jembatan jl Ambon jadi manis. Warnanyapun masih cling. Dan masih terbebas dari coretan asal bocah-bocah Sekolah Menengah Atas dengan cat semprotnya.

Melihat warnanya yang masih sempurna. Ternyata mural ini di buat bulan Oktober 2017 dalam rangka Festival Nusa Loka, oleh Desa Rupa (FSRD Trisakti). Digarap oleh 9 orang dan sukses menjadi mural yang paling menonjol dibanding peserta yang lain. Akhirnya karena mural ini, memotong jalan di jl Ambon, Nusa loka, menjadi menu pembuka jika bersepeda di BSD. Melintas dengan sepeda dibawah kolong jalan tol ini sungguh menyenangkan.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s