Category Archives: The Upstairs

The Upstairs / Matraman 12″ Vinyl Reissue

Setelah 10 Tahun rilis, album klasik The Upstairs / Matraman di rilis ulang dalam bentuk Vinyl 12 Inch

matraman-flyer-sosmed

 

Demajors records memprakarsai di rilis ulangnya album klasik The Upstairs / Matraman. Dalam format vinyl 12 inch, dan jumlah terbatas hanya 250 keping saja. Kepingan ini akan terdengar utuh seperti sound pertama di rilis tahun 2004 silam. Tanpa ada restorasi bunyi dan rekayasa ulang di sana sini.

200 keping akan di jual pada saat perayaan pesta rilis di 365 Eco Bar Kemang, tanggal 16 Desember 2014 tepat pukul 8 malam. 50 keping lagi akan di jual di website http://www.demajors.com pada hari yang sama.

Tiap keping Matraman Vinyl di hargai Rp 250 000,-. Demajors tidak melayani booking, holding, bahkan pre-order. Dan satu orang pembeli hanya berhak mendapatkan satu vinyl saja.

Pada pesta peluncuran vinyl nanti juga akan di meriahkan oleh penampilan DJ Robot dan DJ Upstairs yang akan memainkan hits-hits di era keemasan Post Punk, New Wave dan New Romantic. Pada malam itu personil-personil lawas yang dulu sempat ambil bagian dalam pembuatan album Matraman akan di undang hadir. Jadi suasana malam 16 Desember nanti akan bernuansa New Wave dan kita seakan hadir di pesta orang-orang dari planet Mars 😀

Advertisements

Press Release: Beni Resmi Mundur Dari The Upstairs

Beni Resmi Mundur dari The Upstairs

beni_adhiantoro_jimijimz

Pentas di Acreate De Larosa 9 Maret silam, merupakan salah satu pentas terbaik The Upstairs di tahun 2014. Banyaknya fans yg hadir memadati venue hingga banyak antrian di luar yg tidak mendapatkan kesempatan masuk bisa menjadi salah satu parameter kesuksesan malam itu. Selain susunan lagu dari album lama hingga Katalika yang juga pas di suguhkan. Suasana crowd juga merespon dengan seru permainan kami.

Tapi suasana malam itu juga merupakan hal yang keren bagi Beni untuk mengakhiri perjalanannya bersama The Upstairs. Benar, seturunnya dari pentas Beni Adhiantoro menyatakan resmi mundur dari The Upstairs. Beni berkomentar singkat:

“Keputusan saya mundur dari The Upstairs karena ingin fokus menjalani bisnis keluarga di bidang furniture dan mengurangi kegiatan bermusik”

Tentang keputusan Beni ini Jimi Multhazam berkomentar:
“Gue pribadi tidak terkejut dengan keputusan Beni. Gelagat ini sudah mulai terbaca oleh gue beberapa bulan terakhir Beni mendalami “Agama”. Beni tetap gue kenang sebagai drummer hebat yang bisa bermain keras tapi juga memiliki groove yg asik. Dia juga seorang producer berbakat. Tetapi keputusan meninggalkan semua ini tetap ada di tangan dia. Sebahai kawan gue menghargai keputusannya. Dan gue doakan yg terbaik selalu untuk Beni”

Andre “Kubil” Idris berkomentar singkat:
“Beni adalah seorang yang perfeksionis, rapih dalam bermusikdan segala hal dalam hidupnya”

Saat ini The Upstairs sedang mempersiapkan album ke lima dan Andre “Kubil” Idris yg mendapatkan tongkat estafet untuk memproduseri album ini. Format baru sedang di persiapkan. Yang pasti album kelima akan banyak nuansa yg lebih”planet” di banding album Katalika. Dan untuk tampil di pentas The Upstairs telah memilih beberapa additional player yang paling mumpuni.

Apakah Aku ada di mars…dan cerita di balik lagunya

Apakah Aku Berada Di Mars Atau Mereka Mengundang Orang Mars

Musik: Andre “Kubil” Idris
Lirik: Jimi Multhazam

Ruang gemerlapan yang hingar bingar
Lalu berat kaki terhadap nada
Tetapi lantai telah di hentakkan
Pertunjukan tetaplah harus berjalan
Berdentum nada seiring nada
Apa terhidang di lidahku hambar
Tiada bahasa telah terdengar
Mampu di pahami tertangkap oleh telinga

Apa ku ada di Mars
Ataukah mereka mengundang orang Mars

Kehadiranku kian menyiksa mata
Menyita sinar pada tata cahaya
Mereka berdansa sungguh seragam
Tetabuhan purbakala telah di listrikkan

Lagu ini sempat di ubah berkali-kali sampai akhirnya baku seperti versi album Matraman. Sempat di mainkan dengan dua bass. Rave Bass oleh Bin Harlan. Dan Alfi Chaniago bermain bass gitar di nada tinggi. Hingga akhirnya kita sepakat menghilangkan bagian Bass Gitar. Dan lagu ini pun terdengar seperti lagu electronic yang dimainkan secara manual oleh anak Punk.

Lirik lagu ini gue tulis berdasarkan pengalaman pribadi bersama kawan-kawan baru gue. Sebuah kegugupan sosial. Sekaligus pendobrakan tatanan fashion yang mulai monoton.

Sekitar tahun 2002 gue di ajak kawan-kawan baru ke Mana House (RIP). Sebuah tempat hiburan malam yang punya nuansa musik Deep House di dalamnya. Kala itu, karena sedang trend, hampir semua orang berpakaian silk warna hitam gelap.

Sedangkan gue, kala itu datang bercelana kotak-kotak hijau ketat (kalau jaman sekarang namanya skinny jeans), berkaos merah dan jaket jeans belel. Lalu gue pun melantai bersama kawan-kawan. Gaya berdansa gue sudah pasti berbeda dengan semua pengunjung di sana. Meski berasa janggal, gue sangat menikmati malam itu.

“Enjoy, Jim?,” tanya temen gue di tengah-tengah lantai dansa.

Lo tau apa jawaban gue?

Gue jawab: “Gue berasa di planet Mars!”

Lalu gue berfikir sejenak. Ngga lama, kata-kata mulai keluar lagi dari mulut gue, “atau jangan-jangan elo yang mengundang Orang Mars?”

Kawan gue pun tertawa terbahak-bahak. Keras sekali….! ☺


Booking Contact: 0858 11 764 764 | Firman
Morfem CD and Merchandise go to SHOP
Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
Twitter: @morfem_band
Morfem Use:
Radix Guitars
Crooz Apparel
MORFEM DATANG SEMUA SENANG

Antahberantah dan cerita di baliknya

Antahberantah

Musik: Andre “Kubil” Idris
Lirik: Jimi Multhazam

Berwajah tirus
Lengan berlubang
Tanpa alas kaki
Mantel penahan dingin
Menahan kantuk
Terus terjaga
Luka serius
Sekujur badan
Engkau berdarah-darah dari antahberantah
Terus berjalan
Kehilangan
Alamat pulang
Atas nama baru
Beban di pundak
Tanpa alas kaki
Lengan berlubang
Engkau berdarah-darah dari antah berantah

Antahberantah adalah lagu kedua yang di ciptakan Kubil. Suatu hari dia menelphone gue. Bercerita tentang lagu barunya lalu mengundang gue kerumahnya. Setelah memberitahu part bassnya pada gue, lalu kita memainkannya berdua dengan gitar akustik. Ketika Kubil memainkan part leadnya, seketika gue terkesima. Anak ini memang memiliki sound gitar yang khas.

Lirik untuk lagu ini tidak seketika itu juga gue temukan. Selang beberapa hari kemudian. Gue menghabiskan waktu bersama kawan-kawan di gerbang TIM (Taman Ismail Marzuki). Malam kian larut. Pagi menjelang. Sekitar jam 3: 30 kami mulai merapatkan jaket karena dinginnya malam. Kepalapun telah berasa berembun. Namun ketika kita sedang berusaha melawan dingin, muncullah seorang gadis kurus tak beralas kaki. Berjalan tertatih dengan muka giting dan tatapan mata kosong. Tanpa jaket yang membungkus tubuhnya dia membeli Coca-cola dingin dan menenggaknya seketika. Kami semua terkesima. Kami semua tau dia adalah gadis junkie pemadat yang sering main di parkiran TIM. Otak kamipun sibuk dengan fikiran masing-masing. Gue berfikir dia pasti habis “make” karena lengannya berdarah. Kawan gue bergumam, dia pasti abis di “pake” secara bajunya gak lengkap. Kawan gue yang satu lagi berujar, gile yhe jam segini bisa minum Coca Cola si Saproy (pedagang asongan) yang dinginnya naujubilah. Kawan gue yang lain bertanya, kira-kira dari mana yha dia? lalu gue menjawab. Dia berdarah-darah dari Antahberantah.

Booking Contact: 0858 11 764 764 | Firman
Morfem CD and Merchandise go to SHOP
Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
Twitter: @morfem_band
Morfem Use:
Radix Guitars
Crooz Apparel
MORFEM DATANG SEMUA SENANG

Paket Dari Des Moines. Washington USA (bagian pertama)

Sebuah paket dari kawan jauh. Harus di tebus dengan harga tinggi. Dasar Bea Cukai. Matre. Namun paket ini sangat berharga! Persetan dengan kematrean mu. Continue reading