Category Archives: Photos

Thursday Noise Vol 11 dalam Gambar

Thursday Noise Vol 11

Pesta Alternative Thursday Noise volume 11 ini diadakan di Lost & Found. Kemang. Jakarta selatan. Pada tanggal 6 April 2017. Diabadikan oleh photographer muda Agung Hartamurti, yang sedang banyak dibincangkan di skena cutting edge lokal. Jadi tidak banyak kata yang harus di tulis di postingan ini. Scroll terus ke bawah. Kita akan terbawa ke salah satu suasana Thursday Noise terbaik yang pernah diadakan…..

Barefood  Continue reading

Advertisements

Acreate 2014 dalam gambar

Biarkan Gambar ini yg bercerita, gak perlu banyak kata-kata. Enjoy!

a-create-the-upstairs-jimijimz

pandu-fuzztoni-acreate-soundcheck-jimi-multhazam

spg-a-create-jimi-multhazam

white-shoes-backstage-acrerate-jimi-multhazam

acreate-selfie-collage-jimi-multhazam

acreate-selfie-collage-jimi-multhazam-2

the-upstairs-backstage-acreate-jimi-multhazam

white-shoes-onstage-acreate-jimi-multhazam

bikinies-backstage-acreate-jimi-multhazam

bikinies-acreate-popomangun-jimi-multhazam

acreate-jimi-multhazam

the-upstairs-acreate-dhani-pratama-jimi-multhazam-1

the-upstairs-acreate-dhani-pratama-jimi-multhazam-2

acreate-sari-pandu-jimi-multhazam

photo by: Jimi Multhazam, Popomangun, Dhani Pratama

Graffiti teraneh dalam hidup gue

Clubing, pasti ini graffiti serius. Coba lo liat latar belakangnya. Si pelaku (atau senimannya) sampai bela-belain ngeblok tembok dengan cat putih. Serius pasti nih. Tandanya dia membuat Graffiti ini gak sembari lewat terus coret kayak anak STM.

Tapi arti Clubing itu sendiri apa yha? Atau Clubbing kali maksudnya yha? Hmmm setau gue orang-orang yang pergi ke Nite Club itu tergolong Hedonistah. Jadi gak mungkin bersinggungan sama Street Art. Jadi opo toh iki maksudnye masbro?

🙂

 

Sol Sepatu, sebuah Lorong Waktu


Sol Sepatu. Sebuah layanan tambal, jahit sepatu tradisionil yang familiar di tahun 80an. Dua kotak kecil yang di pikul. Satu berfungsi sebagai tempat duduk. Satu lagi sebagai tempat peralatan sol. Photo-photo ini gue ambil tahun 2011. Dengan Telephone genggam Balckberry type paling standard. Namun kalau kita amati, gambar ini seperti mengembalikan kita ke tahun masa silam.


Kalau melihat fashion abangnya, gue justru inget anak-anak indies 90an. Topi pancing, kemeja dan longgar, dan celana gombrong, plus sepatu tenis. Dan sepatu yang di kerjakan pun, model 80an.


Ini dia kotak bagian depan. Berisi peralatan tambal jahit. Perhatikan rokok kreteknya. Benar-benar klasik.


Kotak bagian belakangnya di jadikan tempat duduk, menghadapi kotak peralatan


Hasil jahitannyapun cukup brutal!


Inilah dia, sepatu Tenis klasik 80an reissue. Di tambal jahit sol sepatu keliling. Cuma di hargai 10000. Di lebih kan 3000 pun kita masih untung. Bayangkan berapa km abang ini berjalan untuk mendapatkan imbalan. Belum lagi harus setoran ke boss pemilik kotaknya. Belum lagi kepopulerannya telah tergeser gerai service sepatu di mal..

Gue pilih sol sepatu, karena sensasinya seperti menembus waktu ke masa silam 🙂


Booking Contact/CD direct Selling:
0858 11 764 764
Twitter: @morfem_band
Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
Morfem Use:
Radix Guitars
Crooz Apparel
MORFEM DATANG SEMUA SENANG

Pemandangan ketika Siaran Sore

Siaran di 101.4 Trax FM adalah kegiatan rutin gue. Dari jam 4 sore sampe jam 8 malem. Saking rutinnya, kadang gue lupa kalo pemandangan di kiri ruang siaran gue cukup menakjubkan. Suatu senja gue iseng mengabadikan dengan telephone Genggam sederhana gue.

Cukup menghibur, melunturkan stress 45 persen

Sayangnya Kaca jendela jarang di bersihkan dari luar oleh pihak gedung Sarinah, tapi gak mengurangi keindahannya gue rasa 🙂

Kalau kita mau lebih membuka mata, ternyata banyak hal-hal yang kita lupakan. Saking rutinnya hidup, keindahan pun jadi terlihat biasa.

 

Pagi Itu Sangat Singkat

Ketika bangun tidur, hal ternikmat adalah merasakan perpindahan dari gelap ke terang. Apalagi ketika kita larut dalam suasana tersebut, sambil berjalan kaki. Terimakasih Tuhan atas teknologi Telephone Genggam Berkamera. Akhirnya ada saksi dari luapan kegembiraan gue di pagi hari. Yang singkat. Sebelum satu jam kemudian pagi berubah menjadi hiruk pikuk budak zaman….

Dua pohon yang menyapa ketika keluar rumah

Suasananya akan berbeda tema kalo kita lewat di siang hari

Dengan trotoar sebesar ini, tandanya budaya jalan kaki telah memudar

Ah bodo amat, mari rentangkan tangan. Hirup sedalam-dalamnya…

Sebelum Pagi berubah seperti ini. Dan trotoar pun punah.  Menyisakan kebingungan. Apakah untuk tempat berjalan atau menjadi selokan 🙂

 

Photo dan Narasi: Jimi Multhazam