Miten dalam Kenangan

Siang ini, 22 Juli 2012 gue di kejutkan oleh broadcast message dari beberapa kawan. Perihal wafatnya Miten, ex gitaris Netral.  Waah sepertinya baru kemarin  Morfem satu panggung dengan dia.

3 April 2012
Morfem satu panggung dengan Brutal (feat Miten), sebuah proyek Bagus Netral dengan Bimo (ex Netral). Buat kita sih sama saja bermain dengan Netral di tahun 1995 hehehe….


Momment yang gak bisa di sia-siakan. Harus photo bareng. Band muda dan band lawas haha..

Pada malam itu baru saja resmi gue berjabat dan berkenalan dengan Miten. Dan gue sempet di dengarkan oleh Miten demo terbarunya lewat mp3 playernya. Belum ada vokal. Tapi musiknya sangat Speed Metal. Sepertinya inilah aslinya si Miten.

Tapi kalo soal karyanya bersama Netral. Gue cukup mengikuti album mereka sejak pertama. Tiga album pertama Netral adalah yang terbaik. Dan album Tidak Enak adalah favorit gue.

Masih segar di kepala gue pertama kali dengar lagu walah di Radio Prambors. Sekitar pertengahan tahun 1994. Wah shocknya bukan main! Ternyata ada juga yang berani bikin musik seperti ini di Indonesia. Dan bisa di putar di radio pula. Saat itu gue sangka Walah cuma sekedar demo yang di putar di Prambors. Tapi ternyata!!! Tahun 1995 mereka merilis album! dan ada video klipnya pula. Gila!

Selain vokal Bagus yang fals bukan main. Yang paling gue inget adalah permainan gitarnya si Miten. Asli. Gue yakin dia adalh gitaris type shredder yang jago ngebut di atas fret. Tapi bersama Netral dia bisa memainkan nada yang lebih simple, catchy, dan sudah barang tentu terdengar ngehe! Hal yang sulit di lakukan oleh musisi jago (bermain simple).

Dan baru Miten yang bisa mengawinkan lead-lead Heavy Metal dengan musik alternative/Punk dengan sukses. Dan lebih tegasnya: Enak!

27 April 2012
Morfem dapat tawaran main di acara Offair Radio 99ers di Planet Hollywood. Bersama Brutal (lagi). Artinya kita akan menikmati Netral MK I. Benar dugaan gue. Ternyata Brutal juga memboyong Miten sebagai bintang tamunya.

Walaupun cuma memainkan 2 lagu Netral lawas. Penampilan Miten malam itu cukup membuat gue dan segelintir kawan terpuaskan dan berteriak-teriak ala mahasiswa smester 1 nonton band idolanya

24 Juni 2012
Gue dapet callingan mendadak dari TV One untuk tampil sebagai bintang tamu Brutal. Widiiih, Brutal main lagi nih di Radioshow! Sikat. Siapa tau nanti bisa nyanyi bareng Netral MK I lagi ye gak hehhe

Ternyata setalah gue sampai di tempatl atihan, Miten gak ikutan di proyek Radioshow ini. Miten gak bisa di hubungi beberapa hari ini, ujar team manajemen mereka. Tandanya gue bener-bener main dengan Brutal. Walaupun memainkan lagu lawas milik Netral yg berjudul Mampet.

Malam itu di radioshow kita benar-benar bikin suasana Brucow (kalo kata Arie Dagienkz) aka Brutal Ngacow hahaha

22 Juli 2012
Gue mendapat khabar Miten telah tiada. Bbm dari Pandu (gitaris Morfem) cukup singkat: Miten meninggal Jim. Dari Bimo gue dapet Bbm: RIP Miten gitaris ex-Netral semoga arwahnya di terima di sisi Allah SWT.

Menurut penuturan Bimo, Miten nmenderita kangker Paru-paru. dan terakhir kali Bimo ketemu Miten adalah tanggal 27 April ketika main Planet Hollywood. Sama halnya dengan gue. ternyata hari itu adalah terakhir kalinya gue bersama anak-anak Morfem meneriaki Miten ketika masuk ke lead guitar edannya.

Singkat sekali perkenalan gue dengan Miten. Gue jadi berfikir. Mungkin ketika Miten sulit di hubungi beberapa minggu lalu dia sedang berjuang melawan kangkernya. Dan demo yang di perdengarkan ke gue bisa jadi karya terakhirnya. Selamat jalan idola. Terlalu naif memang kalo gue mengharapkan Brutal akan menjadi kembalinya Netral MK I.

Lalu gue nyanyikan….

Lihat Gelora Ombak Pecahkan Air Buih-Buih
Tak Lelah Di Percik
Putih Putih yang Kilau tarik
Mata Jiwaku ini

Gak terasa agak mengambang mata gue
Sekali lagi selamat jalan Miten

😦

5 responses to “Miten dalam Kenangan

  1. I know it’s a lil’ bit late… but.. goodbye miten, rest in peace

  2. gw suka tulisannya om. dalem!

  3. David Alfredo Aritonang

    interpretasimu lugas dan kena di hati saya boy..
    netral album pertama sampai keempatnya lekat di pendengaran sekumpulan anak remaja jauh di kepulauan tahun 1995 dan konsisten kami dengar sampe detik ini..🙂
    Terutama sosok Riciy Miten Dayandani.. Jelmaan Tuhan yang tidak ada sebelumnya..
    Istirahat dengan tenang sahabatku yang ada di hati, dekat di telinga..

  4. David Alfredo Aritonang

    Jelmaan yang tidak ada sebelumnya..
    Selamat jalan kawan,,

  5. Selamat jalan Miten..
    Jelmaan Tuhan yang tidak ada sebelumnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s