Pagi Itu Sangat Singkat

Ketika bangun tidur, hal ternikmat adalah merasakan perpindahan dari gelap ke terang. Apalagi ketika kita larut dalam suasana tersebut, sambil berjalan kaki. Terimakasih Tuhan atas teknologi Telephone Genggam Berkamera. Akhirnya ada saksi dari luapan kegembiraan gue di pagi hari. Yang singkat. Sebelum satu jam kemudian pagi berubah menjadi hiruk pikuk budak zaman….

Dua pohon yang menyapa ketika keluar rumah

Suasananya akan berbeda tema kalo kita lewat di siang hari

Dengan trotoar sebesar ini, tandanya budaya jalan kaki telah memudar

Ah bodo amat, mari rentangkan tangan. Hirup sedalam-dalamnya…

Sebelum Pagi berubah seperti ini. Dan trotoar pun punah.  Menyisakan kebingungan. Apakah untuk tempat berjalan atau menjadi selokan🙂

 

Photo dan Narasi: Jimi Multhazam

6 responses to “Pagi Itu Sangat Singkat

  1. Fotonya pake apa ni om? Keren

  2. Bagus Om Jimz! Baik fotonya maupun narasinya🙂

  3. owe jg demen tuh jim motret2 sekitar yg ga penting, kl diloiat2 thn2 berikutnya anehnya malah khas bgt tuh foto dibanding foto niat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s