Monthly Archives: January 2012

Morfem Di Angkasa

Melambung sekali judul ini yha. Thanks to Agung Hartamurti Wirawan. Judul ini gue mbil dari subject email dia ke gue. Sebenernya gue mau menceritakan pengalaman mangung di SMA Angkasa 2. Sabtu kemarin. Tanggal 28 Januari 2011. Pentas ini sangat spesial untuk Morfem. Terutama Gue dan Pandu Fuzztoni. Untuk gue, ini merupakan pentas gue ke dua di SMA Angkasa 2. Dan buat Pandu dia main di almamaternya. Sebagai alumni yang diundang menjadi Juri Musik pada kejuaran musik di sana. Dan tampil sebagai bintang tamu pada puncak acara. Jackpot untuk Pandu Fuzztoni :)

Dan ceritapun bergulir:


2005. The Upstairs manggung di SMA Angkasa 2. Gue setuju, photo ini bukanlah photo yang bagus. Tapi Photo ini cukup bersejarah. Perhatikan penontonnya, cowok kurus memegang kamera video dan berjaket hitam. Benar yang matanya menatap kamera. Dia adalah Pandu Fathoni. Murid SMA Angkasa 2 kelas 3. Penonton The Upstairs.

lalu enam tahun kemudian…


Anak itu sudah berada di atas panggung bersama gue. Kini nama bekennya Pandu Fuzztoni. Julukan yang di berikan oleh Henry Foundation dari Goodnight Electric ketika dia berulang tahun di tahun silam. Dan kita berdua membangun sebuah band berhaluan Fuzztone/Punk/Rock/Pop bernama Morfem.


Dan kini kita berpose bersama Bramasta Juan sasongko dan Freddie Alexander Warnerrin di dalam kelas tempat dulu Pandu belajar. Sedaff!


Lalu kita beraksi di atas pentas. Di depan adik kelas Pandu dan tentunya mantan guru-gurunya yang duduk di tempat khusus. Hahahaha..


Sayangnya cuaca gak memunkinkan. Di uncak penampilan Morfem hujan turun.


Tapi sepertinya Pandu Fuzztoni tak perduli!


Dan beberapa anak Angkasa memutuskan tetap di lapangan. Menarikan tarian hujan diiringi lagu Gadis Suku Pedalaman.


Sebagai juri festival musik dan guest star di pensi Angkasa 2. Pandu Fuzztoni melegalisir gitar milik peserta festival di sana. Sebagai gitaris mereka memiliki skill yang mumpuni. Dan sekarang mereka sudah “Sah” menjadi gitaris setelah di bubuhi Pandu Fuzztoni di kapaknya :)


Booking Contact: 0815 89 86 915
Morfem CD and Merchandise go to SHOP
Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
Twitter: @morfem_band
Photo 1 by: Ay Aria
Photo 2-6 by: Agung Hartamurti Wirawan of Irockumentary
Photo 7 by: Pandu Fuzztoni
Morfem Use:
Radix Guitars
Crooz Apparel
Morfem 2nd album recorded at: ALMOS a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

MORFEM DATANG SEMUA SENANG

Rhoma Irama sekarang Illuminaughty?

Suatu hari gue lagi jalan-jaln di mall Cinere. Terkejut melihat mba-mba memakai Tshirt ini. Hah? ini official merchandisenya Rhoma Irama? Akhirnya gue mengikuti mba-mba ini dan berhasil memotret Tshirtnya.

Sepengetahuan gue Rhoma Irama adalah penyanyi dangdut dengan message Islami yang kuat. Kok merchandisenya bergambar The Eye of Horus aka RA? Jadi kayak ikut trend Illuminati gini. Apakah beliau udah ganti konsep yha? Lalu apakah Azza. Jadi penasaran gue.

Sesampainya di rumah gue terpingkal-pingkal melihat artwork Rhoma Irama:

Anjrit, Rhoma dengan pose khasnya di depan Pyramid. Ini serius om? Kalo gak salah gue pernah liat videonya deh. Akhirnya gue search Youtube. dan gue dapatan videonya. Coba lo liat deh:

Video ini ternyata memakan biaya yg sangat fantastis. 5 miliar cing dengan mengambil set di Mesir. Di depan pyramid. Patung Sphynx. dan Oase di padang pasir. Close up satu mata dari model penari perut yg cukup eotis. Rhoma memegang matahari. Onta. Sampai tarian khas Turki. Dan yang paling penting perhatikan sinkronisasi lirik dengan gambar di vidoenya. Cukup kreatif. Dan gamblang hahaha.

Ternyata video ini di sutradarai oleh Video Maker Malaysia bernama Chew Han Tah. Gue rasa sang sutradara faham akan symbol-symbol di videonya. Atau Om Rhoma yang lugu. Dan saking gue gak mengikuti perkembangan dangdut. Ternyata album comeback Rhoma Irama ini sudah di rilis tahun 2010 bulan agustus oleh label Falcon records. Wah selamat atas come backnya Om Rhoma yha. Gue yakin 2012 dangdut akan merajai TV nasional :)

Dan kalo yang gue baca di Poskota.co.id menurut om Rhoma, Azza itu adalah singkatan dari Azza Wazallah. yang artinya Allah SWT.

Waduh, coba kita lihat sekali lagi video klipnya atau merchandisenya:

Hahahah gak beres iki!!


Booking Contact: 0815 89 86 915
Morfem CD, buy online at demajors.com
Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
Twitter: @morfem_band
Morfem Use:
Radix Guitars
Crooz Apparel
Morfem 2nd album recorded at: ALMOS  a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

MORFEM DATANG SEMUA SENANG

Playlist 14 Januari : Black Flag / Damaged. CD yang di barter dengan lukisan di tahun 1998

Lukisan Pertama gue di beli dengan CD

Betul. Hal inilah yang membuat CD butut ini sangat memorable dengan gue. Selain secara album juga keren. Cara mendapatkan CD inipun terbilang nyentrik. Sekitar tahun 1998, kawan gue tertarik dengan lukisan absurd gue. Dia berniat membeli lukisan gue, wow…pengalaman pertama nih. Tapi dia mengaku nggak punya uang. Lalu mengeluarkan CD Black Flag / Damaged.
“Gue beli pake ini aja yha” ujarnya.
“Sini” tanpa berfikir panjang langsung gue sikat CD itu.
Kawan gue pun akhirnya menggotong lukisan gue ke mobilnya dan pergi menghilang.

Kawan gue tersebut bernama Gerry. Salah satu personil Duo Hip Hop Ol’School “Boys Got No Brain” bersama Rullyonzo. Dan sempat punya single di kompilasi Pesta Rap. yang cukup tersohor pada zamannya. Volume berapa gak ngerti gue tapinya.

Sedangkan lukisan gue. Bukan lukisan yang bagus. Bisa di bilang lebih absurd dari Abstrak. Mungkin karena gue baru saja datang ke pameran Otto Dix di gallery Cipta, Tim, Cikini. Hingga sedikit terpengaruh (maklum masih remaja labil). Atau gue memang sedang malas melukis. Sayang, gue gak terfikir untuk memotret lukisan ini pada waktu itu. Maklum zaman itu Kamera masih belum digital. Dan menjadi barang yang mewah buat mahasiswa seni kere seperti gue.

Dua tahun kemudian, tahun 2000. Perekonomian gue mulai membaik. Lulus kuliah. Meninggalkan kebiasaan ngegembel di kampus. Mulai mampu ngekost. Dan mulai membeli player DVD China. Dan CD ini baru benar-benar bisa gue nikmati. Selama tahun 1998 hingga 1999 gue cuma merekam cd ini ke kaset, dan gue puter di tape butut gue.

Album yang keren. Dengan TV Party sebagai single favorit gue. Rise Above. Spray Paint The Wall, Six Pack, What I See, Thirsty And Misreable, Damaged II, gitar yang Fuzzy, sedikit eksperimental di sana sini, dan aaahhh gue kalo menilai Black Flag suka subyektif. Selalu ada sisi positif yang membuat gue menilai Black Flag itu keren. kalo pengen tau lebih jauh tentang album ini klik aja di sini. Tapi secara artwork, album ini cukup jelek. Karena nggak memakai artwork khas Raymond Pettibon seperti ep-ep mereka yang lain.

Malam ini, 14 Januari 2012, gue sedang memutar CD ini kembali di mini hifi gue. Dan momment transaksi keren di studio lukis IKJ tahun 1998 pun kembali tergambar di kepala gue.

Ada-ada saja


Booking Contact: 0815 89 86 915
Morfem CD, buy online at demajors.com
Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
Twitter: @morfem_band
Morfem Use:
Radix Guitars
Crooz Apparel
Morfem 2nd album recorded at: ALMOS  a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

MORFEM DATANG SEMUA SENANG

Playlist 13 Januari: Simple Minds / Celebration. 11 tahun menyandang predikat SALE

1985:
Gue pertama tau Simple Minds, waktu masih SD. Singlenya Don’t You (Forget About Me) terdapat dalam album kompilasi kaset Hot 1000. Bersama lagu We Are The World. Dan lagu ini termasuk favorit jaman gue kecil.

2000:
Gue udah lulus kuliah. Lagi ada discount gede-gedean di toko CD Duta Suara jalan Sabang. Seperti cewe-cewe yang kalap mendengar midnight sale, gue pun langsung bergegas ke sana. Dan gue melihat bundle CD Simple Minds. Celebration dan Empires And Dance. Dengan harga ekonomis RP 50. 000,-. Gue sikat! Dengan pengetahuan gue sebatas Don’t You (Forget About Me).

Sesampainya di rumah, gue puter album ini. Wow gak mengecewakan buat barang discount. Nuansa Post Punk / New Wave seketika menyeruak. Memadu padankan Roxy Music, Kraftwerk, Punk Rock dan vokal agak-agak Bono U2.
Bisa lo check singlenya Chelsea Girl, Live In the Day, I Travel, Changeling dan Thirty Frames A Second. Keren.

Ternyata album ini adalah kompilasi dari 3 album mereka sebelumnya. Life In A Day, Real To Real Cacophony, dan Empires and Dance. Gue merasa mendapatkan harta karun waktu itu.

2012
Gue sedang mencari hadiah ulang tahun untuk istri gue tercinta. Lalu tiba-tiba gue punya ide untuk membelikan dia CD favoritnya ketika remaja. Lalu gue pergi ke DS. Toko CD di jalan Sabang. Jakarta Pusat. Ketika gue sedang menyapu pandangan pada deretan CD di sana. Tiba-tiba mata gue berhenti ke pada sebuah album yang sangat familiar. SIMPLE MINDS, CELEBRATION. Gila!!! Sudah 11 tahun berlalu, CD ini masih ditempel sticker SALE! Dengan harga yang sama.


Booking Contact: 0815 89 86 915
Morfem CD, buy online at demajors.com
Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
Twitter: @morfem_band
Morfem Use:
Radix Guitars
Crooz Apparel
Morfem 2nd album recorded at: ALMOS  a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

MORFEM DATANG SEMUA SENANG

Playlist 12 Januari : Deee Lite / World Clique. New Romantic telah mati, selamat datang di 90an

Ketukan bunyi drumnya menandakan pergantian era. New Romantics telah mati, selamat datang di tahun sembilan puluhan. Inilah New York Dance Culture. Lady Miss Kier vokalisnya, hadir dalam kemasan twiggy 60an dengan back ground kolase grafis 90an. Dengan suara bak Diva, menginstruksikan kita bergoyang. Duo DJ geblek (Dimitri dan Towa Tei) di belakangnya melakukan gerakan tari yang absurd.

“Groove is in the heart” memang hit yang tak terkalahkan. Tapi gak ada salahnya kita coba track lain. “Try On Me…I’m Very You” asik juga. Atau “What Is Love?” sisa sisa kejayaan 80an masih terasa di sana. Atau “Good Beat?” silahkan di pilih. Yang pasti album ini selalu di cela kawan-kawan Metal Head gue yang sedang demam Sepultura dan Kreator pada masa itu. Masabodo! Gue menyetel album ini diam-diam, sebelum hang out dengan kawan-kawan gue yang sebagian besar Thrasher. Hahaha…

Drums yang enak tandanya enak untuk berdansa :p


Booking Contact: 0815 89 86 915
Morfem CD, buy online at demajors.com
Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
Twitter: @morfem_band
Morfem Use:
Radix Guitars
Crooz Apparel
Morfem 2nd album recorded at: ALMOS  a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

MORFEM DATANG SEMUA SENANG

MORFEM DATANG SEMUA SENANG

Kaset Pertama Yang Menggugah Gairah

Malam ini, 10 Januari 2012. Pukul 23:20. 4o menit sebelum ulang tahun gue. Gue berniat mengenang kembali musik pertama yang bener-bener membuat gue terpukau. Kesengsem. Tergila-gila. Dan hingga akhirnya gue nekat bermain musik sampai hari ini. Padahal gue bukanlah orang yang di karuniai bakat yang besar dalam memainkan instrument bahkan bernyanyi. Tapi gairah bermusik gue melebihi bakat Seni Rupa yang lebih gue kuasai. Ajaib. Gue bener-bener sudah membuktikan teori tentang tetek bengek Passion aka Gairah. Inilah yang membuat gue tetap ngotot berkarya di musik. Gairah yang menggebu.

Sejak bayi gue jika rewel, ibu gue akan menyetel kaset Titiek Puspa miliknya. Gue lupa judul albumnya. Yang masih gue ingat adalah cover depannya. Titiek Puspa menari di lapangan hijau yang luas dengan baju merahnya. kalau tidak salah dengan selendang kuning pula. Kadang gue berkelakar: “Mama kenapa gak nyetelin Led Zepelin sih, atau Rolling Stones kek”. Hahaha. Ternyata kaset itu di pilih secara random. Dan Titiek Puspa yang paling sukses membuat Jimi kecil terlelap.

Namun Musik yang pertama kali membuat gairah gue melonjak adalah….

Sebuah kaset kompilasi keluaran King’s Records. Berjudul Big Ten. Pada zaman itu semua kaset adalah bajakan. Bahkan kaset ini dengan seenak jidat mengambil logo Billboard chart dan menamakan kompilasi ini Billoard Rock Collection / Big Ten.

Kaset ini di bawa pulang abang ketiga gue, Gane Fetrizal. Abang yang paling gue banggakan. Karena doi keren. Ganteng dan banyak kawannya. Dan yang paling gue ingat dia pandai merakit sepeda. Dari nol sampai keren. Doi sudah masuk SMA pada waktu itu. Sedangkan gue masih kelas 3 SD. Suatu hari dia pulang pagi. Habis nongkrong dan memberikan kaset pinjaman ini ke gue. Dia langsung menyetel De Doo Doo De Da Da dari The Police buat gue. Lagu yang sangat hits pada waktu itu.

Uniknya gue hanya akan memutar lagu De Doo Doo De Da Da saja. Ketika lagu habis. Gue akan balik kaset ini. Dan otomatis side A dari kaset ini adalah track Roxane. Yeah, cinta pertama gue pada musik adalah The Police.

Begitulah selama berbuklan-bulan gue hanya mendengarkan kaset ini saja. Dan dua track itu saja. Lama kelaman mungkin jenuh juga kuping gue. Akhirnya baru gue mulai mengeksplore lagu-lagu lain dalam kompilasi ini. Dan yang menarik minat gue adalah Queen / Bohemian Rapsody. Dari pertama gue dapat kompilasi ini, gue langsung benci Toto. Entah kenapa. Sampai sekarang pun, gue gak paham Toto. Bahkan bisa di bilang alergi hahaha. Padahal banyak sekali lagu di album ini. Tapi gak menarik minat gue. Men At Work / Down Under sempat gue lirik. Walaupun masih jengah di kuping pada saat itu.

Akhirnya ketika dewasa gue dapat menganalisa kenapa gue bisa memilih hanya The Police di kompilasi ini. Yoi, warna Punk yang ada dalam The Police jawabnya. Sejak kecil gue gak berminat terhadap progresi rumit. Hahahaha. Itulah mengapa Toto membuat gue sebal setiap memutar kaset ini.

Inilah track lengkap kompilasi ini

Side A
1. Rosanna / Toto
2. Hard To Say I’m Sorry / Chicago
3. Always Somewhere / Scorpions
4. Bohemian Rhapsody / Queen
5. Free Me / Uriah Heep
6. Roxanne / The Police
7 Waiting For Your Love / Toto

Side B
1. The Final Cut / Pink Floyd
2. Life Is Real / Queen
3. Love Hurts / Nazareth
4. De Do Do Do De Da Da Da / The Police
5. Down Under / Men At Work
6. Soldier Of Fortune
7. When The Smoke Is Going Down / Scorpions
8. Affraid Of Love / Toto


Booking Contact: 0815 89 86 915
Morfem CD, buy online at demajors.com
Official Blog: http://morfemband.wordpress.com/
Twitter: @morfem_band
Morfem Use:
Radix Guitars
Crooz Apparel
Morfem 2nd album recorded at: ALMOS  a small recording studio at jl. kalibata timur I no 30 jakarta. Follow: @Almosstudio

MORFEM DATANG SEMUA SENANG